
Ada 2 cara mewujudkan suatu usaha bisnis baru :
Read more…
Progrm KUR yang di lancarkan oleh pemerintah merupakan program yang dapat membantu atas kelancaran usaha kecil dan menengah dalam membantu perkembangananan dan kemajuan usahanya, masyarakat yang mulai terbantu adanya program tersebut terutama oleh UMKM dan UKM hal ini kerena para UKM dilihat dari sisi usaha sudah berjalan lama dan sedikit rapi dalam administrasi dan kalau dilihat dari sisi usaha mereka pun sudah agak maju sehingga pihak bank pun berani untuk membiayainya, tetpi tidak sedikit juga usaha-usaha masyarakat yang tidak bisa mengakses program KUR tersebut terutama di bidang pertanian ( baik pangan atau horti) terutama dirasakan oleh para petani dengan sekala kecil. sehingga pihak bank menganggap bahwa usaha kecil yang dijalankan oleh para petani kecil merupakan usaha yang berisiko tinggi dan tidak bankeble. begitu pula dari sisi petani kecil sendiri dengan kemampuan yang seadanya tidak bisa memenuhi persyaratan yang telah di tentukan oleh bank yang memberikan program KUR tersebut. Salahkah bank ????, atau salahkah peteni kecil, ????? yang jelas untuk petani KUR enak di dengar susah ditangkap !!!!!!!!. kaya burung aja nangkapnya harus pakai persiapan alat yang siap
Inilah saatnya Lembaga Keuangan Mikro Gapoktan yang ada di masing-masing desa harus sudah di siapkan dengan baik, untuk melayani para petani kecil, dengan memberikan kemudahan-kemuahan dan disesuaikan dengan kemampuan para petani. dengan mengenal karakteristik para petani di masing-masing desa gapoktan lebih berpeluang untuk membiayai para petaninya sendiri.
Dengan diluncurkannya PUAP oleh Departemen Pertanian memberi angin segar bagi para petani, tapi benarkah Gapoktan mengolahnya ?????? dan petani memanfaatkannya ????? inilah ujian untuk para petani dan wadahnya menuju kemandirian.
. PENANGANAN PINJAMAN BERMASALAH
Walaupun upaya pencegahan timbulnya pinjaman bermasalah sudah dilakukan sedemikian rupa, namun bukan tidak mungkin bahwa pinjaman bermasalah tersebut masih ada. Tindakan yang dapat dilakukan LKM dalam menyelesaikan pinjaman bermasalah tersebut bisa dilakukan melalui 3 pendekatan yaitu :
A. Menagih Tunggakan
Menagih tunggakan adalah upaya penyelesaian pinjaman bermasalah dengan melakukan kunjungan penagihan kepada peminjam yang menunggak. Tahap penyelesaian pinjaman bermasalah dengan tunggakan ini adalah :
a Kegiatan Administrasi.
ü Petugas LKM wajib mengadministrasikan pinjaman secara tertib dan benar sehingga dengan mudah diketahui data penunggak dan besar tunggakannya.
ü Petugas LKM tiap akhir bulan wajib membuat daftar anggota yang menunggak dalam daftar tunggakan dan membuat Rencana Kerja Penagihan.
ü PetugasLKM kemudian membuaat rencana kerja penagihan kepada Kelompoktani atau anggota peminjam yang akan dilaksanakan hari kerja dalam satu minggunya.
b Kegiatan Kunjungan.
1. Membuat skala prioritas kunjungan penagihan yang didasarkan :
ü Kelompoktani atau anggota peminjam yang baru menunggak.
ü Kelompoktani atau anggota peminjam pada kunjungan sebelumnya berjanji akan membayar.
ü Kelompoktani atau anggota peminjam yang tunggakannya kecil dan ada kemungkinan membayar.
ü Kelompoktani atau anggota peminjam yang tunggakannya cukup besar namun usahanya masih ada.
ü Kelompoktani atau anggota peminjam yang tunggakannya cukup besar dan lokasi dekat dengan LKM dan mudah dijangkau
ü Kelompoktani atau anggota peminjam Yang tunggakannya cukup besar dan lokasi cukup jauh.
2. Pelaksanakan Kunjungan
Kunjungan Kepada Kelompoktani/anggota peminjam dilakukanoleh petugas LKM sendiri dan atau tim (berdua,bertiga : misal petugas LKM dengan Gapoktan, LKM dengan Ketua Kelompok, LKM dengan aparat setempat, rt,rw kadus tau desa)
3. Mencatat Hasil kunjungan
Petugas LKM wajib mencatat hasil kunjungan dalam laporan kunjungan, apakah Kelompoktani atau anggota peminjam membayar atau hanya berjanji akan membayar, sebagai bahan kunjungan penanganan kembali.
4. Menginformasikan janji penunggakan kepada Kelompoktani, Gapoktan, Komite.
Petugas LKM menginformasikan janji penunggak kepada Kelompoktani, Gapoktan , Komite untuk diminta mengingatkan penunggak agar menempati janji.
5. Mengunjungi Kembali
Pada tanggal yang dijanjikan, petugas LKM wajib mengunjungi kembali kelompoktani atau anggota peminjam yang menunggak untuk menagih janjinya.
6. Mengikut Sertakan Aparat Desa
Pada saat menyerahkan SP III dapat juga disertakan aparat desa untuk menagih. SP III disamping berisi peringatan terakhir agar melakukan pembayaran angsuran pinjaman. Juga berisikan peringatan bahwa apabila dalam jangka 1 bulan tidak juga membayar angsuran sesuai perjanjian maka tabungan anggota (kalau ada) akan digunakan sebagai angsuran. Apabila tabungan anggota masing belum cukup maka anggota harus membayar angsuran kekurangannya.
7. Memberi Surat Peringatan.
Setelah kunjungan kedua dan masih belum membuahkan hasil (masih berupa janji) maka kepada Kelompoktani atau anggota peminjam yang menunggak diberi surat peringatan (SP) agar penunggak menyelesaikan pembayarannya.
ü Surat Peringatan ke I (SP I) : diberikan bersamaan dengan kunjungan penagihan ke tiga.
ü SP II diberikan dua minggu setelah SP I diberikan.
ü SP III diberikan setelah dua minggu SP II diberikan.
ü Terakhir LKM wajib menempelkan daftar Kelompoktani atau anggota peminjam yang menunggak yang berdasarkan perjanjian membandel ditempat-tempat pengumuman yang strategis.
c PenagihanPenyelesaian Tunggakan melalui Tim Khusus Penagihan Tunggakan.
Penagihan tunggakan selain dilakukan sendiri oleh petugas LKM dapat juga dilakukan dengan membentuk tim Khusus penagihan tunggakan. Gapoktan bersama masyarakat tani membentuk tim penagihan, dalam pembentukan tim diatur mengenai keanggotaan, tugas-tugas, masa kerja, pembebanan biaya pelaporan dan sebagainya, Gapoktan membuat surat keputusan pembentukan tim khusus penagihan tunggakan LKM yang beranggotakan pengurus Gapoktan, peugas LKM, Kelompoktani, komite maupun aparat desa, masa tugas disesuaikan dengan besar kecilnya tunggakan dan permasalahan yang ada, apabila memerlukan dana untuk mendukung kegiatan maka perlu disebutkan besar dan sumber pembiayaannya. Pelaporan hasil kegiatan investigasi dan penagihan tunggakan pada akhir masa tugas tim Penagih unggakan membuat laporan kepada Gapoktan dengan tembusan ke LKM mengenai kegiatan yang telah dilakukan.
Berdasarkan laporan hasil kegiatan Tim Penagih, Gapoktan melakukan rapat anggota untuk memutuskan jalan keluar yang harus dilakukan LKM dalam menyelesaikan tunggakan yang ada.
B. Menyelamatkan Pinjaman Bermasalah
Berdasarkan hasil kunjungan dijumpai peminjam yang bermasalah dan memerlukan penyelamatan maka perlu upaya penyelamatan pinjaman. Penyelamatan dapat dilakukan apabila peminjam masih memiliki kemauan da kemampuan untuk membayar angsuran pinjaman. Tujuan penyelamatan pinjaman adalah agar pinjaman dapat kembali, peminjam masih bisa terus memperoleh akses pinjaman ke LKM, kinerja pinjaman bergulir LKM sehat.
Melalui syarat-syarat khusus dan ketentuan-ketentuan penyelamatan pinjaman yang harus dimengerti dan dipahami oleh LKM, Gapoktan kelompoktani dan anggota peminjam, baru bisa dilakukan penyelamatan pinjaman berupa :
Penjadwalan ulang pinjaman (rescheduling), mensyaratkan kembali (reconditioning) atau mengatur kembali (restructuring) pinjaman yang bersangkutan.
C. Menagih Melalui Jalur Hukum.
Penagihan pinjaman melalui jalur hukum, memamg dalam Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan bukan merupakan cara penagihan yang disarankan dalam program pinjaman bergulir ini dengan mempertimbangkan :
ü Tidak ada agunan.
ü Biaya terlalu mahal.
ü Proses cukup panjang dan memerlukan waktu dan
ü Harus didukung dengan bukti-bukti yang cukup.
Oleh karena itu penyelesaian melalui jalur hukum tidak dibahas lebih jauh, jika Gapoktan sepakat penyelesaian pinjaman bermasalah melalui jalur hukum maka Gapoktan, dan LKM harus mempersiapkan syarat-syarat dan aturan atau ketentuan yang bisa mengarah kearah tersebut. Baik bukti-bukti, agunan yang akan dijaminkan oleh peminjam, maupun perjanjian-perjanjian.
Bahan :
- 5 butir telur ayam 750 ml ai
- 2 lembar daun salam
- lengkuas di memerkan
- garam secukupnya
Bahan Tepung :
- 75 gram tepung trigu, 25 ml air
Bumbu Halus :
- siung bawang putih
- garam secukupnya
- merica secukupnya
Sambal Kacang :
- 50 gram kacang tanah goreng
- 1 buah cab mrah digoreng / secukupnya
- 1 buah cab rawit digoeng / cukupnya
- 1 buah cabe rawit digoreng / secukupnya
- gaam secukupnya
- gula secukupnya
- 1 siung bawang putih digoeng
- 75 ml air / scukupnya
- kcap manis / secukupnya
- sendok teh air jeruk limau
Cara membuat :
- Rebus telur dengan daun salam, lengkuas, seai, dan garam hingga matang. kupas kulitnya. sisihkan
- Aduk bahan tepung bersama bumbu halus lalu celupkan telur rebus, goreng hingga kecoklatan.
- Buat sambal, haluskan kacang tanah, cabei merah dan cabei rawit, bawang putih, garam dan gula merah.
- Tambahkan air, kecapmanisdan air jeruk limau. Aduk lalu sajikan dengan telur goreng .
Selamat mencoba
Dodol yang dibuat dari bahan susu mempunyai nilai gizi yang lbih baik sebab kandungan nutrisi susu lbih lngkap dibandingkan dengan dodol yang dibuat dengan pengencer santan, Dool susu mempunyai kalori yang cukup tinggi karena kandungan karbohidrat dan lemak rlatif tinggi.
Bahan :
- Susu
- Tepung Terigu
- Tepung tapioka
- gula
Cara Pembuatan :
- Susu dipanaskan hingga mendidih.
- Gula ditambahkan sambil terus diaduk selama 20 menit
- tepung yang tlah dicairkan ditambah pada caian tadi
- Campuran adonan adi diaduk terus menerus dengan api kecil sampai tiddak lengket
- Setelah adonan tidak lengkt, diangkat dari atas api kmudian didinginkan.
- pemotongan sesuai ukurn dan dikmas
PNPM – PUAP PENGEMBANGAN USAHA AGRIBISNIS PERDESAAN
Pembenahan Kelembagaan dalam rangka Pengembangan Gapoktan
PENYULUH PENDAMPING DESA NANGERANG
BERSAMA GAPOKTAN MEMBANGUN PETANI KUAT DAN MANDIRI
Untuk mendapatkan gapoktan yang berakar di masyarakat tani perlunya…….ingin tahu Klik www.gapoktanharapanmukti.blogspot.com
1) Penyakit Mencret
Penyebab: bakteri Escherichia coli yang menyerang anak domba
berusia 3
bulan. Pengobatan: antibiotika dan sulfa yang diberikan lewat
mulut.
2) Penyakit Radang Pusar
Penyebab: alat pemotongan pusar yang tidak steril atau tali pusar
tercemar
oleh bakteri Streptococcus, Staphyloccus, Escherichia coli dan
Actinomyces
necrophorus. Usia domba yang terserang biasanya cempe usia 2-7
hari.
Gejala: terjadi pembengkakan di sekitar pusar dan apabila disentuh
domba
akan kesakitan. Pengendalian: dengan antibiotika, sulfa dan pusar
dikompres dengan larutan rivanol (Desinfektan).
3) Penyakit Cacar Mulut
Penyakit ini menyerang domba usia sampai 3 bulan. Gejala: cempe
yang
terserang tidak dapat mengisap susu induknya karena tenggorokannya
terasa sakit sehingga dapat mengakibatkan kematian. Pengendalian:
dengan sulfa seperti Sulfapyridine, Sulfamerozine, atau
pinicillin.
4) Penyakit Titani
Penyebab: kekurangan Defisiensi Kalsium (Ca) dan Mangan (Mn). Domba
yang diserang biasanya berusia 3-4 bulan. Gejala: domba selalu
gelisah,
timbul kejang pada beberapa ototnya bahkan sampai keseluruh badan.
Penyakit ini dapat diobati dengan menyuntikan larutan Genconos
calcicus
dan Magnesium.
5) Penyakit Radang Limoah
Penyakit ini menyerang domba pada semua usia, sangat berbahaya,
penularannya cepat dan dapat menular ke manusia. Penyebab: bakteri
Bacillus anthracis.. Gejala: suhu tubuh meninggi, dari lubang hidung
dan
dubur keluar cairan yang bercampur dengan darah, nadi berjalan cepat,
tubuh gemetar dan nafsu makan hilang. Pengendalian: dengan
menyuntikan
antibiotika Pracain penncillin G, dengan dosis 6.000-10.000 untuk /kg
berat
tubuh domba tertular.
6) Penyakit Mulut dan kuku
Penyakit menular ini dapat menyebabkan kematian pada ternak domba,
dan
yang diserang adalah pada bagian mulut dan kuku. Penyebab: virus dan
menyerang semua usia pada domba Gejala: mulut melepuh diselaputi
lendir.
Pengendalian: membersihkan bagian yang melepuh pada mulut dengan
menggunakan larutan Aluminium Sulfat 5%, sedangkan pada kuku
dilakukan
dengan merendam kuku dalam larutan formalin atau Natrium karbonat 4%.
7) Penyakit Ngorok
Penyebab: bakteri Pasteurella multocida. Gejala: nafsu makan domba
berkurang, dapat menimbulkan bengkak pada bagian leher dan dada.
Semua usia domba dapat terserang penyakit ini, domba yang terserang
terlihat lidahnya bengkak dan menjulur keluar, mulut menganga, keluar
lendir
berbuih dan sulit tidur. Pengendalian: menggunakan antibiotika lewat
air
minum atau suntikan.
Penyakit perut Kembung
Penyebab: pemberian makanan yang tidak teratur atau makan rumput yang
masih diselimuti embun. Gejala: lambung domba membesar dan dapat
menyebabkan kematian. Untuk itu diusahakan pemberian makan yang
teratur jadwal dan jumlahnya jangan digembalakan terlalu pagi
Pengendalian: memberikan gula yang diseduh dengan asam, selanjutnya
kaki domba bagian depan diangkat keatas sampai gas keluar.
9) Penyakit Parasit Cacing
Semua usia domba dapat terserang penyakit ini. Penyebab: cacing
Fasciola
gigantica (Cacing hati), cacing Neoascaris vitulorum (Cacing gelang),
cacing
Haemonchus contortus (Cacing lambung), cacing Thelazia rhodesii
(Cacing
mata). Pengendalian: diberikan Zanil atau Valbazen yang diberikan
lewat
minuman, dapat juga diberi obat cacing seperti Piperazin dengan dosis
220
mg/kg berat tubuh domba.
10) Penyakit Kudis
Merupakan penyakit menular yang menyerang kulit domba pada semua
usia.
Akibat dari penyakit ini produksi domba merosot, kulit menjadi
jelek dan
mengurangi nilai jual ternak domba. Penyebab: parasit berupa
kutu yang
bernama Psoroptes ovis, Psoroptes ciniculi dan Chorioptes bovis.
Gejala:
tubuh domba lemah, kurus, nafsu makan menurun dan senang
menggaruk
tubuhnya. Kudis dapat menyerang muka, telinga, perut punggung,
kaki dan
pangkal ekor. Pengendalian: dengan mengoleskan Benzoas
bensilikus 10%
pada luka, menyemprot domba dengan Coumaphos 0,05-0,1%.
11) Penyakit Dermatitis
Adalah penyakit kulit menular pada ternak domba, menyerang kulit
bibit
domba. Penyebab: virus dari sub-group Pox virus dan menyerang
semua
usia domba. Gejala: terjadi peradangan kulit di sekitar mulut,
kelopak mata,
dan alat genital. Pada induk yang menyusui terlihat radang
kelenjar susu.
Pengendalian: menggunakan salep atau Jodium tinctur pada luka.
12) Penyakit Kelenjar Susu
Penyakit ini sering terjadi pada domba dewasa yang menyusui,
sehingga air
susu yang diisap cempe tercemar. Penyebab: ambing domba induk
yang
menyusui tidak secara ruti dibersihkan. Gejala: ambing domba
bengkak, bila
diraba tersa panas, terjadi demam dan suhu tubuh tinggi, nafsu
makan
kurang, produsi air susu induk berkurang. Pengendalian:
pemberian obat-
obatan antibiotika melalui air minum.
Secara umum pengendalian dan pencegahan penyakit yang terjadi pada
domba dapat dilakukan dengan:
a) Menjaga kebersihan kandang, dan mengganti alas kandang.
b) Mengontrol anak domba (cempe) sesering mungkin.
c) Memberikan nutrisi dan makanan penguat yang mengandung mineral,
kalsium dan mangannya.
d) Memberikan makanan sesuai jadwal dan jumlahnya, Hijauan pakan
yang
baru dipotong sebaiknya dilayukan lebih dahulu sebelum
diberikan.
e) Menghindari pemberian makanan kasar atau hijauan pakan yang
terkontaminasi siput dan sebelum dibrikan sebainya dicuci dulu.
f) Sanitasi yang baik, sering memandikan domba dan mencukur bulu.
g) Tatalaksana kandang diatur dengan baik.
h) Melakukan vaksinasi dan pengobatan pada domba yang sakit
TEKNIK BUDIDAYA DOMBA PENYIAPAN SARANA DAN PRASARANA PERKANDANGAN
Kandang harus kuat sehingga dapat dipakai dalam waktu yang lama, ukuran sesua dengan jumlah ternak, bersih, memperoleh sinar matahari pagi, ventilasi kandang harus cukup dan terletak lebih tinggi dari lingkungan sekitarnya agar tidak kebanjiran.
Untuk memenuhi fungsi kandang seperti di atas, maka kandang harus mempunyai kondisi dan syarat-syarat sebagai berikut:
1. Lokasi kandang sebaiknya lebih tinggi dari tanah sekitarnya agar air hujan tidak tergenang
2. Kandang sebaiknya dibangun di suatu tempat yang tidak terlalu terbuka terhadap angin kencang. Bila terpaksa maka di sekeliling kandang sebaiknya digunakan pagar hidup sebagai pelindung.
3. Arah Kandang; bila memungkinkan, arah kandang menghadap ke timur sehingga memungkinkan sinar matahari pagi masuk ke dalam kandang.
Sinar matahari berguna untuk :
- Membunuh bibit penyakit
- Membantu proses pembentukan vitamin D
- mengurangi kelembaban kandang
Kandang dibagi menjadi beberapa bagian sesuai fungsinya, yaitu:
a) Kandang induk utama, tempat digemukkan. Satu ekor domba membutuhkan luas kandang 0,75 x 0,75 m atau 1 x 1 m.
b) Kandang induk dan anaknya, tempat induk yang sedang menyusui anakya selama 3 bulan. Seekor induk domba memerlukan luas 1,5 x 1 m dan anak domba memerlukan luas 0,75 x 1 m
c) Kandang pejantan, tempat domba jantan yang akan digunakan sebagai pemacek seluas 1,5 m x 2 m/pemacek.
Kandang domba juga dilengkapi dengan tempat pakan (palung pakan) dan tempat minum, gudang menimpan pakan ternak dan penampungan feses dan urin (kotoran domba)
Tipe dan model kandang
a. Tipe kandang panggung
Tipe kandang ini memiliki kolong dan bermanfaat sebagai tempat penampungan kotoran domba. Lantai kandang dibuat dari bahan bambu dan bercelah berfungsi agar kotoran feses maupun urin langsung jatuh ke bawah tempat penampungan kotoran. Tinggi panggung dari tanah dibuat minimal 50 cm. Palung tempat pakan dan minum dibuat di luar sisi kandang.
b. Tipe kandang litter atau lemprak
Tipe kandang ini dibuat untuk usaha domba kereman yang berlantai tanah dan alasnya sisa dari makanan. Untuk menjaga suhu dan kelembaban tetap terjamin diusahakan kandang tidak becek dan kering. Pembuangan kotoran ternak sebaiknya dilakukan 1 minggu sekali.
TEKNIK PEMELIHARAAN RUMINANSIA KECIL
(DOMBA)
Pengembangan usaha budidaya Domba Garut khususnya di Jawa Barat memiliki prospek yang sangat bagus untuk dikembangkan sebagai usaha sampingan ataupun bisnis skala besar. Domba Garut merupakan plasma nutfa yang harus terus dikembangkan mengingat Domba Garut merupakan domba kebanggaan masyarakat Jawa Barat.
Hasil penelitian penentuan standaridisasi mutu bibit Domba Garut yang ada di wilayah Jawa Barat, bobot badan Domba Garut jantan dewasa adalah 57,74 ± 11,96 kg, dan Domba Garut betina dewasa 36,89 ± 9,35 kg. Berdasarkan aspek reproduksi dewasa kelamin domba jantan dan betina pada umur 6 – 8 bulan, sedangkan dewasa tubuh pada umur 1,5 – 2 tahun (Heriyadi dkk., 2002).
Kelebihan Domba Garut yaitu:
- Postur tubuhnya yang besar dapat dimanfaatkan sebagai penghasil daging (sumber protein) dengan pangsa pasar tidak hanya local melainkan sampai tingkat nasional dan internasional.
- Ditinjau dari segi budaya dan pariwisata Domba Garut dijadikan sebagai objek wisata untuk seni ketangkasaMemiliki nilai jual yang cukup tinggi dan stabil terutama menjelang Hari Raya Kurban.
- Produk lainnya dari ternak domba ini adalah kulit. Pasar kulit domba cukup prospektif. Kulit domba merupakan bahan baku untuk berbagai peralatan rumah tangga dan barang kerajinan. Prospek pasar kulit domba melebihi prospek pasar daging domba. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya para pembeli kulit domba yang sudah menyerahkan uang di muka kepada runah-runah potong hewan, jauh-jauh hari sebelum ternak domba tersebut dipotong.
PENGERTIAN RUMINANSIA
Ruminansia berbeda dengan hewan mamalia atau hewan menyusui. Perbedaannya terdapat pada organ pencernaannya. Jika hewan mamalia organ pencernaannya hanya memiliki satu lambung sedangkan ruminansia memiliki lambung yang terbagi menjadi 4 bagian, yaitu yaitu rumen (lambung beludru), retikulum (lambung jala), omasum (lambung buku), dan abomasum (lambung sejati).
Ruminansia digolongkan menjadi dua, yaitu ruminansia besar (sapi dan kerbau) dan ruminansia kecil (domba dan kambing). Proses pencernaan pakan pada bagian lambungnya/perutnya terjadi secara enzimatis, pakan dirombak oleh enzim-enzim pencernaan dan hampir 70% pencernaan terjadi secara fermentatif yang dilakukan oleh mikroba rumen.
Fungsi dan peran ketiga bagian lambung, yaitu rumen, reticulum dan omasum adalah:
1 alat pencerna mekanis
2 penghasil bakteri pencerna serat kasar
3 penghasil protein dan asam amino essensial
4 pensintesis vitamin B
Bersambung . . . di post berikutnya
Pembenihan Lele.
Adalah budidaya lele untuk menghasilkan benih sampai berukuran tertentu dengan cara mengawinkan induk jantan dan betina pada kolam-kolam khusus pemijahan. Pembenihan lele mempunyai prospek yang bagus dengan tingginya konsumsi lele serta banyaknya usaha pembesaran lele.
Sistem Budidaya.
Terdapat 3 sistem pembenihan yang dikenal, yaitu :
1. Sistem Massal. Dilakukan dengan menempatkan lele jantan dan betina dalam satu kolam dengan perbandingan tertentu. Pada sistem ini induk jantan secara leluasa mencari pasangannya untuk diajak kawin dalam sarang pemijahan, sehingga sangat tergantung pada keaktifan induk jantan mencari pasangannya.
2. Sistem Pasangan. Dilakukan dengan menempatkan induk jantan dan betina pada satu kolam khusus. Keberhasilannya ditentukan oleh ketepatan menentukan pasangan yang cocok antara kedua induk.
3. Pembenihan Sistem Suntik (Hyphofisasi).
Dilakukan dengan merangsang lele untuk memijah atau terjadi ovulasi dengan suntikan ekstrak kelenjar Hyphofise, yang terdapat di sebelah bawah otak besar. Untuk keperluan ini harus ada ikan sebagai donor kelenjar Hyphofise yang juga harus dari jenis lele.
Mari Berternak Lele
A. Pembuatan Kolam.
Ada dua macam/tipe kolam, yaitu bak dan kubangan (kolam galian). Pemilihan tipe kolam tersebut sebaiknya disesuaikan dengan lahan yang tersedia. Secara teknis baik pada tipe bak maupun tipe galian, pembenihan lele harus mempunyai :
Kolam tandon. Mendapatkan masukan air langsung dari luar/sumber air. Berfungsi untuk pengendapan lumpur, persediaan air, dan penumbuhan plankton. Kolam tandon ini merupakan sumber air untuk kolam yang lain.
Kolam pemeliharaan induk. Induk jantan dan bertina selama masa pematangan telur dipelihara pada kolam tersendiri yang sekaligus sebagai tempat pematangan sel telur dan sel sperma.
Kolam Pemijahan. Tempat perkawinan induk jantan dan betina. Pada kolam ini harus tersedia sarang pemijahan dari ijuk, batu bata, bambu dan lain-lain sebagai tempat hubungan induk jantan dan betina.
Kolam Pendederan. Berfungsi untuk membesarkan anakan yang telah menetas dan telah berumur 3-4 hari. Pemindahan dilakukan pada umur tersebut karena anakan mulai memerlukan pakan, yang sebelumnya masih menggunakan cadangan kuning telur induk dalam saluran pencernaannya.
B. Pemilihan Induk
Induk jantan mempunyai tanda :
- tulang kepala berbentuk pipih
- warna lebih gelap
- gerakannya lebih lincah
- perut ramping tidak terlihat lebih besar daripada punggung
- alat kelaminnya berbentuk runcing.
Induk betina bertanda :
- tulang kepala berbentuk cembung
- warna badan lebih cerah
- gerakan lamban
- perut mengembang lebih besar daripada punggung alat kelamin berbentuk bulat.
C. Persiapan Lahan.
Proses pengolahan lahan (pada kolam tanah) meliputi :
- Pengeringan. Untuk membersihkan kolam dan mematikan berbagai bibit penyakit.
- Pengapuran. Dilakukan dengan kapur Dolomit atau Zeolit dosis 60 gr/m2 untuk mengembalikan keasaman tanah dan mematikan bibit penyakit yang tidak mati oleh pengeringan.
Penambahan pupuk kandang juga dapat dilakukan untuk menambah kesuburan lahan.
- Pemasukan Air. Dilakukan secara bertahap, mula-mula setinggi 30 cm dan dibiarkan selama 3-4 hari untuk menumbuhkan plankton sebagai pakan alami lele.
Pada tipe kolam berupa bak, persiapan kolam yang dapat dilakukan adalah :
- Pembersihan bak dari kotoran/sisa pembenihan sebelumnya.
- Penjemuran bak agar kering dan bibit penyakit mati. Pemasukan air dapat langsung penuh
D. Pemijahan.
Pemijahan adalah proses pertemuan induk jantan dan betina untuk mengeluarkan sel telur dan sel sperma. Tanda induk jantan siap kawin yaitu alat kelamin berwarna merah. Induk betina tandanya sel telur berwarna kuning (jika belum matang berwarna hijau). Sel telur yang telah dibuahi menempel pada sarang dan dalam waktu 24 jam akan menetas menjadi anakan lele.
E. Pemindahan.
Cara pemindahan :
- kurangi air di sarang pemijahan sampai tinggi air 10-20 cm.
- siapkan tempat penampungan dengan baskom atau ember yang diisi dengan air di sarang.
- samakan suhu pada kedua kolam
- pindahkan benih dari sarang ke wadah penampungan dengan cawan atau piring.
- pindahkan benih dari penampungan ke kolam pendederan dengan hati-hati pada malam hari, karena masih rentan terhadap tingginya suhu air.
F. Pendederan.
Adalah pembesaran hingga berukuran siap jual, yaitu 5 – 7 cm, 7 – 9 cm dan 9 – 12 cm dengan harga berbeda. Kolam pendederan permukaannya diberi pelindung berupa enceng gondok atau penutup dari plastik untuk menghindari naiknya suhu air yang menyebabkan lele mudah stress. Pemberian pakan mulai dilakukan sejak anakan lele dipindahkan ke kolam pendederan ini.
V. Manajemen Pakan.
Pakan anakan lele berupa :
- pakan alami berupa plankton, jentik-jentik, kutu air dan cacing kecil (paling baik) dikonsumsi pada umur di bawah 3 – 4 hari.
- Pakan buatan untuk umur diatas 3 – 4 hari. Kandungan nutrisi harus tinggi, terutama kadar proteinnya.
- Untuk menambah nutrisi pakan, setiap pemberian pakan buatan dicampur dengan Probiotik yang tersedia di pasaran dengan dosis 1 – 2 cc/kg pakan (dicampur air secukupnya), untuk meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan tubuh karena mengandung berbagai unsur mineral penting, protein dan vitamin dalam jumlah yang optimal.
VI. Manajemen Air.
Ukuran kualitas air dapat dinilai secara fisik :
- air harus bersih
- berwarna hijau cerah
- kecerahan/transparansi sedang (30 – 40 cm).
Ukuran kualitas air secara kimia :
- bebas senyawa beracun seperti amoniak
- mempunyai suhu optimal (22 – 26 0C).
Untuk menjaga kualitas air agar selalu dalam keadaan yang optimal, pemberian Pupuk kandang an nutrisi buatan lainnya yang mengandung unsur-unsur mineral penting, lemak, protein, karbohidrat dan asam humat mampu menumbuhkan dan menyuburkan pakan alami yang berupa plankton dan jenis cacing-cacingan, menetralkan senyawa beracun dan menciptakan ekosistem kolam yang seimbang. Perlakuan Probiotik dilakukan pada saat oleh lahan dengan cara dilarutkan dan di siramkan pada permukaan tanah kolam serta pada waktu pemasukan air baru atau sekurang-kurangnya setiap 10 hari sekali.
VI. Manajemen Kesehatan.
Pada dasarnya, anakan lele yang dipelihara tidak akan sakit jika mempunyai ketahanan tubuh yang tinggi. Anakan lele menjadi sakit lebih banyak disebabkan oleh kondisi lingkungan (air) yang jelek. Kondisi air yang jelek sangat mendorong tumbuhnya berbagai bibit penyakit baik yang berupa protozoa, jamur, bakteri dan lain-lain. Maka dalam menejemen kesehatan pembenihan lele, yang lebih penting dilakukan adalah penjagaan kondisi air dan pemberian nutrisi yang tinggi. Dalam kedua hal itulah, peranan probiotik sangat besar. Namun apabila anakan lele terlanjur terserang penyakit, dianjurkan untuk melakukan pengobatan yang sesuai. Penyakit-penyakit yang disebabkan oleh infeksi protozoa, bakteri dan jamur dapat diobati dengan formalin, larutan PK (Kalium Permanganat) atau garam dapur. Penggunaan obat tersebut haruslah hati-hati dan dosis yang digunakan juga harus sesuai.
Daphnia sp. SEBAGAI SALAH SATU PAKAN ALAMI
UNTUK LARVA IKAN DAN IKAN HIAS AIR TAWAR1)
Benih ikan pada umumnya sangat memerlukan pakan alami. Benih berkembang dari larva yang belum sempurna perkembangan organnya. Larva yang baru ditetaskan dari telur mempunyai saluran usus yang sangat sederhana berupa tabung yang lurus. Struktur organ pencernaan belum jelas terlihat seperti lambung dan usus halus, demikian pula mulut belum terbuka. Secara histologis dapat diketahui juga bahwa lapisan jaringan saluran pencernaan belum terbentuk secara sempurna, antara lain villi. Demikian pula enzim-enzim pencernaan masih sanagt sedikit. Sejalan dengan bertambahnya umur larva maka struktur organ pencernaan berkembang, lambung mulai terlihat berbeda dengan bagian usus halus.
Pada bagian luar dinding saluran pencernaan mulai terbentuk lipatan-lipatan ini makin bertambah banyak sesuai pertambahan umur larva. Lipatan-lipatan ini disebut villi, yang berguna untuk memperluas permukaan usus yang bersentuhan dengan makanan yang masuk ke saluran pencernaan. Dengan demikian makanan dapat dicerna dengan baik.
Setiap spesies ikan memerlukan waktu yang berbeda-beda untukl perkembangan saluran pencernaannya. Pada ikan gurami saluran pencernaan sempurna setelah umur 35 hari. Ikan baung 22 hari. Pada ikan yang mempunyai diameter telur yang besar biasanya saluran pencernaan telah terbentuk sempurna pada saat kuning telurnya habis.
Larva yang baru ditetapkan dari telur biasanya masih mengandalkan cadangan makanan dari kuning telur, belum mengambil makanan dari luar. Setelah beberapa hari (ikan lele 2-3 hari, ikan gurami 7-8 hari, ikan mas 2-3 hari) mulut larva mulai terbuka dan larva mulai dapat mengambil pakan dari luar tubuhnya. Walaupun larva sudah mulai makan tetapi saluran pencernaannya masih belum berkembang, seperti yang sudah disebutkan di atas. Oleh sebab itu larva masih sangat memerlukan pakan alami. Pakan buatan kurang tepat untuk diberikan sebab kemampuan mencerna makanan pada larva masih sangat rendah.
Daphnia sp. adalah salah satu pakan alami untuk larva ikan air tawar maupun untuk ikan hias yang ukurannya kecil. Pakan alami yang diberikan pada larva harus berukuran lebih kecil, lebih kecil atau sama dengan bukaan mulut larva/ikan.
Daphnia sp. mempunyai persyaratan sebagai pakan alami pertama untuk larva. Ukurannya cukup kecil 0,2-0,3 mm. Berenangnya tersendat-sendat, tidak mulus, mudah ditangkap oleh larva yang belum dapat aktif berenang dengan cepat.
Ciri khas Daphnia sp. ini adalah bentuk tubuhnya yang pipih, warnanya dapat berbeda-beda bergantung habitatnya (lingkungan hidupnya). Pada kolam yang dangkal dengan dasar gelap, Daphnia sp. berwarna coklat kekuningan sampai coklat kemerahan, kelabu bahkan hampir hitam. Biasanya individu betina bentuknya lebih besar dari jantan. Jantan lebih aktif bergerak dan antenula lebih besar. Umur Daphnia sp. 28-33 hari di wadah terkontrol seperti bak, 28-31 hari pada kultur dengan menggunakan kotoran ayam. Daphnia sp. dapat menjadi dewasa pada umur 4 hari, dapat beranak selang 2 hari sekali. Daphnia sp. dapat berkembang biak tanpa kawin, hasilnya adalah individu betina dan telur.
Makanan Daphnia sp. dapat berupa protozoa, bakteri, alga bersel tunggal, detritus dan bahan organik terlarut. Daphnia sp. merupakan organisme yang bersifat non selektive filter feeder (tanpa memilih makanan), mengambil makanan dengan cara menyaring makanan. Lingkungan yang baik bagi Daphnia sp. adalah suhu 28-30 0C; pH 6,3-8,5; O2 > 4 ppm, pada O2 1 ppm Daphnia sp. tidak dapat berkembang biak; amonia < 1 ppm.
KUALITAS/KANDUNGAN GIZI Daphnia sp.
Kualitas/kandungan gizi Daphnia sp. Dapat bervariasi menurut media kultur yang digunakan. Sebagai contoh, Daphnia sp. Yang dikultur dengan menggunakan kotoran ayam dapat berbeda dari yang menggunakan ragi. Kadar lemak dan protein dari Daphnia sp. Yang menggunakan ragi lebih tinggi dari yang menggunakan kotoran ayam.
Kandungan gizi (% bobot kering) Daphnia sp.
Komposisi Proksimat Kotoran Ayam (1) Ragi
(1 g/80.000 ekor) Kotoran Ayam (2)
Protein 67,92 69,90 53,00
Lemak 13,33 20,19 13,90
Kadar Air 89,50 89,70 89,48
Kandungan asam amino esensial tidak berubah jika media kulturnya berbeda. Dapnhnia sp. Yang dikultur dengan menggunakan kotoran ayam mengandung asam lemak esensial yang cukup baik, asam lemak linoleat 0,36 % dan asam lemak linolenat 1,31 %. Namun jika dikultur dengan ragi maka sama seperti rotifer kandungan asam lemak esensialnya rendah. Untuk memenuhi kebutuhan gizi larva maka kualitas gizi dapat diperoleh sesuai kebutuhan larva dengan metode pengkayaan. Hal ini dapat dilakukan mengingat Daphnia sp. Bersifat non selektive filter feeder.
Kandungan asam amino esensial (% bobot kering) Daphnia sp.
Asam Amino Daphnia sp. Artemia salina
Fenilalanin 2,36 3,20
Leucin 4,22 6,10
Isoleusin 2,59 2,60
Metionin 1,31 0,90
Valin 3,23 3,30
Threonin 2,05 1,70
Arginin 7,88 5,00
Histidin 0,91 1,30
Lisin 2,52 6,10
Triptopan nd 1,00
Keterangan : nd = tidak terdeteksi
Bahan :
300 gram pepaya muda, dipotong kecil-kecil seperti korek api
150 gram udang kupas
4 lembar daun salam
3 cm lengkuas, dimemarkan
400 ml santan dari 1/2 butir kelapa
3 sndok makan minyak goreng untuk menumis
Bumbu halus :
7 butir bawang merah
5 siung bawang putih
6 buah cabai merah
1 buah tomat
3 butir kemiri
satu sendok teh tersi
2 setengah sendok garam atau secukupnya
2 sendok teh gula merah atau secukupnya.
CARA MEMBUAT :
- Tumis bumbu halus, daun salam dan lngkuas sampai matang
- Masukan udang lalu aduk sampai berubah warna
- Tambahkan pepaya lalu aduk sampai layu
- Tuang santan dan masak sampai kuah mengental dan bumbu meresap.
Untuk 5 porsi
Tip :
- Pilih pepaya yang masih agak keras
- Cuci bersih pepaya supaya getahnya betul-betul hilang
Bahan :
400 gram tahu putih, dihaluskan
2 butir telur
1 endok th garam/ secukupnya
seperempat sendok teh merica bubuk
75 gram kacang polong
2 buah wortel kcil utuh, direbus
lmbar kembang tahu, direndam
Bahan Saus :
2 sendok makan mentega
2 siung bawang putih, dicincang halus
2 sendok makan tepeng terigu
350 ml kaldu
sepeempat sendok teh garam atau secukupnya
seperempat teh merica bubuk
seperdelapan sendok teh pala bubuk, atau secukupnya
seperampat sendok teh gula pasir tau secukupnya
Cara Membuat :
- Aduk tahu, telur, garam, merica, pala, dan kacang polong.
- Bentangkan kembang tahu, letakkan seperampat adonan tahu, letakkan wortel ditengahnya.
- Tutup lagi dengan aonan tahu lalu gulung dan sematkan kedua ujungnya dengan semat bambu
- Goreng rolade tahu hingga kecoklatan, angkat, lalu potong potong dan sajikan dengan saus.
- Buat saus, panaskan menteg lalu tumis bawang putih hingga harum, maukan tepung terigu sambil doaduk beberp saat.
- Tuang kaldu, aduk rata, bumbui kecap inggris, saus tomt, garam, gula, merica dan pala. aduk sampai meletup-letup
untuk 6 porsi
Tip :
Goreng rolde saat, kan disajikansupaya rasanya renyah dan tidak liat, selmat mencoba ????
Bahan Kulit :
- 500 gram tape singkong utuh
- 100 gram mentega untuk olesan
- 100 gram kelapa muda/da wegan, diserut panjang
- 5 buah nangka matang, dipotong kotak kecil
Bahan Saus :
- 300 ml santan dari setengah butir kelapa
- 100 gram gula merah
- 50 gram gula pasir
- 2 lembar daun pandan
- 1/8 sendok teh garam/ atau secukupnya
CARA MEMBUAT :
- Pipihkan tape lalu bakar diatas bara api sambil dioles mentega hingga kecoklatan
- Buat saus, rebus antan, gula merah, gula pasir, garam dan daun pandan sambil diaduk hingga mendidih
- Angkat lalu saring, masak lagi hingga kental. Taburkan nangka dan kelapa biarkan sebentar lalu angkat.
- Sajikan tape dengan sausnya.
Tip :
- Pilih tape yang asam manis supaya rasanya tidak terlalu manis saat disantap bersama sausnya
- Kelapa muda bila tidak mau dimasak bersama saus, rebus dahulu supaya tidak mudah asam




















